Tiada Logika Tanpa Logistik

Sejak pagi kepulan asap beraroma sayur asem, sambel goreng kentang dan udang, tempe bacem dan telor balado sudah membubung tinggi di area dapur. Di sanalah markas besar pasukan elit penentu hidup dan matinya semangat para panitia Idul Qurban 1447H

Tim Konsumsi terdiri dari Ibu-Ibu Jama’ah dari Permata Pamulang dan D’hills. Kolaborasi ini melahirkan kekuatan logistik yang tidak main-main dan membawa energi estetik dengan standar visual hidangan yang selalu instagramable.

Bagi mereka, Idul Qurban bukan sekadar soal membagikan daging, tapi tentang menjaga kestabilan emosi para panitia. Mereka paham betul tentang psikologi kaum pria. Panitia yang kelaparan adalah panitia yang rawan salah potong daging.

Oleh karena itu, tim konsumsi bergerak dengan kecepatan penuh ala disiplin militer. Menu yang disajikan pun tidak tanggung-tanggung. Setiap kali aroma masakan matang tercium, motivasi para panitia, terutama Tim Pencacah, langsung melonjak 200 persen. Golok yang tadinya mulai tumpul, mendadak terasa tajam kembali setelah lambung mereka terisi.

Ibu-Ibu paham benar tentang mantra sakral yang mereka pegang teguh hari itu: “TIADA LOGIKA TANPA LOGISTIK!”. Mantra itu terbukti nyata.

Saat matahari tepat di atas kepala dan para panitia mulai terlihat linglung menghitung kantong kresek, ibu-ibu ini datang membawa nampan berisi es segar dan piring-piring penuh makanan dan kue-kue nikmat. Logika panitia yang hampir lumpuh karena gerah dan lelah, seketika pulih total setelah suapan pertama.

Berkat kesigapan, lincahnya jemari, dan keikhlasan tim konsumsi gabungan Permata Pamulang dan D’hills, acara qurban di Masjid Al Fajar berjalan sukses tanpa ada insiden panitia pingsan karena kelaparan.

Karena mereka tahu, pahlawan qurban sejati bukan cuma yang memegang pisau, tapi mereka yang memastikan perut sang pemegang pisau tetap kenyang!

Share :

Tags :